KEMENHUB KERAHKAN TIM RELAWAN BANTU KORBAN GEMPA LOMBOK

  • 2018-10-05 11:10:58

Jakarta (14/9) - Kementerian Perhubungan turunkan Tim Relawan membantu memberikan pemeriksaan kesehatan gratis bagi korban gempa Lombok dalam rangka Hari Perhubungan Nasional 2018. Sebanyak 53 orang relawan dikerahkan, terdiri dari Dokter, Perawat, Psikolog dan tim logistik selama tiga hari dari tanggal 11 sampai dengan 13 September 2018, di Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Utara.

Pengerahan Tim Relawan dikordinir oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), bekerja sama dengan Airnav, Gapura Angkasa, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB dengan bentuk pemberian bantuan antara lain pemeriksaan kesehatan gratis, pemulihan trauma, dan bantuan sembako. Tim relawan dibagi ke dalam 4 tim kecil yang disebar ke beberapa titik di Desa dan Dusun di Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Utara, yaitu Desa Medana, Desa Teniga, Dusun Leong Timur, Dusun Jambianom, Dusun Kopang, Dusun Teluk Dalam Keren, Desa Cupek, Dusun Tembobor Daya, Dusun Tegal Maja, Desa Mengkudu, Desa Dopang, Dusun Leong Tengah, Desa Kekait, Dusun Lendang Bila, dan Desa Guntur Macan.

Kepala BPSDMP, Umiyatun Hayati Triastuti, mengungkapkan bahawa pengerahan tim relawan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat, sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. “bantuan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat, sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, saya meminta sekolah-sekolah transportasi di bawah BPSDM Perhubungan untuk berpartisipasi mengirimkan dokter, perawat dan psikolog yang berada di masing-masing sekolah.” Ungkap Hayati.

Pengerahan tim relawan ini juga merupakan tindak lanjut dari pemberian bantuan yang telah dilakukan Menteri Perhubungan beberapa waktu yang lalu, dimana Hayati menambahkan bahwa pemberian pemeriksaan kesehatan gratis dan pemulihan trauma merupakan hal yang dibutuhkan bagi para korban gempa Lombok yang hingga saat ini masih berada di beberapa posko pengungsian. “Sebelumnya bapak Menhub juga telah memberikan bantuan kepada korban gempa Lombok, namun selain bantuan fisik juga dibutuhkan bantuan bersifat medis dan psikis, khusunya bagi anak-anak mereka butuh pemulihan trauma pasca bencana gempa.” Tambah Hayati.

Kepada tim relawan, Hayati memberikan apresiasi yang tinggi, karena telah sepenuh hati membantu korban Gempa Lombok. “Saya memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada tim relawan, mereka sudah mengorbankan waktu dan tenaga membantu korban gempa Lombok, bahkan saat pemberian bantuan juga, pulau Lombok sempat terkena beberapa gempa.”Ungkap Hayati.

Sebelumnya, beberapa waktu yang lalu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menyerahkan bantuan berupa 20 truk tangki dan 100 tangki air bersih, tenda, selimut, makanan, minuman dan obat-obatan pada 26 Agustus 2018. “Ini baru tahap pertama, bantuan ini juga hasil koordinasi dengan BNBP NTB, apa saja yang dibutuhkan masyarakat korban bencana,” kata Menhub.

Menhub juga menambahkan bahwa para korban juga membutuhkan perhatian, untuk memulihkan bukan hanya fisik, namun juga psikis para korban. “Bukan saja fisik bagi mereka, tapi bagaimana recovery sikis yang dibutuhkan. Ini harus terus dilakukan agar mereka bisa kembali menjalani kehidupan normal sebagaimana mestinya,” papar Menhub.