MENTERI PERHUBUNGAN TANDA TANGANI KESEPAKATAN BERSAMA DENGAN KETUA UMUM PP MUHAMMADIYAH BIDANG PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TRANSPORTASI

  • 2020-06-03 10:22:36

Jakarta (2/6) – Kementerian Perhubungan RI dan Pengurus Pusat Muhammadiyah, jalin kerja sama Sinergi Penyelenggaraan Pendidikan Dan Pelatihan di Bidang Perhubungan. Kesepakatan Bersama bidang Pendidikan dan Pelatihan ini ditandatangani oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dan Ketua Umum Muhammadiyah, Haedar Nashir, secara desk to desk di lokasi masing-masing.


Sebelumnya kedua belah pihak telah melakukan pembahasan rencana terkait kerja sama ini, dimana Kementerian Perhubungan diwakili oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), Sugihardjo dan pihak Pengurus Pusat Muhammadiyah diwakili oleh Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan PP Muhammadiyah, M. Sayuti.


Beberapa hal substansi yang dibahas dan disepakati yaitu Kementerian Perhubungan dan Muhammadyah, melaksanakan kerja sama antara perguruan tinggi di lingkungan BPSDM Kementerian Perhubungan dengan Universitas Muhammadiyah dengan target jangka panjang yaitu join studi antar perguruan tinggi dan pembukaan program studi baru di bidang pelayaran.


“Bapak Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta BPSDMP untuk menjalin kerja sama dengan Muhammadiyah melalui 3 skema besar yaitu  memberikan kompetensi bidang transportasi laut kepada mahasiswa di Universitas Muhammadiyah bekerja sama dengan perguruan tinggi di BPSDM Perhubungan, memberikan Diklat Pemberdayaan Masyarakat tipe keselamatan kepada masyarakat di sekitar kampus Muhammadiyah yang disepakati dan jangka panjang membuka prodi baru di Universitas Muhammadiyah,” ungkap Sugihardjo.


Melalui kerja sama ini, Sugihardjo menambahkan, akan membuka peluang bagi para Dosen dari Universitas Muhammadiyah untuk dapat memberikan materi perkulihan di perguruan tinggi yang berada di lingkungan Kementerian Perhubungan begitu juga sebaliknya.


“Dengan adanya tenaga pengajar yang berasal dari Universitas Muhammadyah diharapkan dapat memberikan wawasan dan nuansa baru bagi para taruna/i di perguruan tinggi yang ada di lingkungan Kementerian Perhubungan,” imbuh Sugihardjo.


Sebagai tindak lanjut dari Kesepakatan Bersama ini, tiga Sekolah Transportasi di Lingkungan BPSDM Kementerian Perhubungan telah merumuskan beberapa kemungkinan kerja sama nantinya dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama dan direalisasikan dalam waktu dekat ini. Pada tahap awal dapat berupa pelaksanaan kursus-kursus keterampilan berdurasi singkat, dan seterusnya akan dikembangkan dalam bentuk pendidikan dan pelatihan lanjutan baik mengarah ke pendidikan berbasis diploma atau diklat-diklat lainnya yang diperlukan.


Adapun ketiga sekolah BPSDM Perhubungan tersebut adalah sebagai berikut: pertama Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya  akan bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Kupang dan Universitas Muhammadiyah Surabaya  melalui program Dual Degree, pertukaran dosen, kegiatan penelitian dan pengabdian dosen, penjaminan mutu pendidikan, studi banding, dan Diklat Pemberdayaan Masyarakat.


Kedua yaitu Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar yang akan bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara terkait  pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang melingkupi pertukaran dosen, pengabdian kepada masyarakat, dan kegiatan penelitian dan pengembangan.


Terakhir yaitu, PIP Semarang yang akan bekerja sama dengan Universitas Pekajangan Pekalongan melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat, pertukaran dosen, kegiatan peneltian dan pengembangan, kolaborasi Program Studi, dan kerjasama sarana dan prasarana pendidikan.



Kesepakatan Bersama ini merupakan hasil dari pertemuan antara Menteri Perhubungan dengan Ketua Umum Muhammadiyah pada kunjungannya ke Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah bulan Januari lalu, dimana Menteri Perhubungan menyatakan akan melakukan kerja sama di bidang Pendidikan Perhubungan, Kelautan, dan Kemaritiman.


“Muhammadiyah punya banyak Universitas. Walaupun Kementerian Perhubungan memiliki 27 sekolah, kami ingin meningkatkan kualitas dan kuantitas jumlah lulusannya. Oleh karena itu, kami ingin membuat semacam prodi di sekolah-sekolah Muhammadiyah,” tandas Sugihardjo.